Tips Kebun Kopi Aman dari Pencuri Ala Reje Tawardi

Iwan Bahagia

Ads - After Post Image

TAWARDI, AYOKEGAYO - Reje Kampung Tawardi, Kecamatan Kute Panang, Sufyan, memberikan tips agar kebun kopi aman dari maling.

Pencurian kopi diketahui kian marak di tengah harga yang semakin tinggi menjelang akhir Tahun 2025.

Beberapa kasus pelaporan kehilangan kopi nyata yang diunggah ke media sosial, terus saja bertambah beberapa bulan terakhir. Kehilangan itu bisa berupa tak ada lagi kopi merah saat dipanen di kebun, atau green bean kopi yang baru dijemur diangkut orang tak dikenal pada malam hari. Bahkan beberapa kasus terekam CCTV.

Oleh karena itu, Sufyan berpesan kepada para petani kopi, khususnya di Tawardi, agar sering megecek kebun kopi agar para pencuri tak sembarangan masuk.

"Harus waspada, dan sering-sering melihat kebun untuk menghindari pencurian kopi," kata Sufyan, Sabtu (31/10/2025).

Reje kampung yang juga berprofesi sebagai toke kopi ini menyebutkan, maraknya aksi pencurian kopi di kebun warga, harus menjadi perhatian khusus ditengah harga kopi Arabika Gayo yang terus melambung.

"Jadi waktunya silahkan pengecekan kebun silahkan diatur, pagi, siang, sore atau malam, karena kita harus waspada," jelas Sufyan.

Ia juga berpesan kepada para petani di desa Tawardi, untuk menjaga kualitas kopi Gayo dengan memetik kopi yang layak petik.

"Petiklah yg sudah layak dipetik, jangan buah masih hijau juga dipetik karena harga mahal kayak gini," sebutnya.

Sufyan mengaku tak akan mentolelir para pencuri kopi apabila ketahuan yang masuk ke kebun warga. Baginya, bila terjadi, aksi kriminal itu mengganggu ekonomi warga desanya yang sedang menikmati harga memgembirakan.

"Alhamdulillah, masyarakat kita lagi senang karena harga tinggi, jadi kalau ada aksi pencurian kopi, ya mana bisa kita maklumi, harus ditindak tegas," ucap Sufyan, yang mengaku membeli kopi gelondong dengan harga Rp27.000 per bambu.

Bagikan:

Ads - After Post Image

Tinggalkan komentar