“Nah selama beberapa tahun, pernah ada pacuan kuda yang lain masuk kalender Pemkab, yakni pacuan kuda tradisional Gayo di pinggir Danau Lut Tawar, tepatnya di Pantai Menye, sebelah timur dari ibu Kota Takengon,” ungkap Junaifi.
Iapun tak menapik, ada beberapa alasan pacuan kuda di Pantai Menye tidak lagi dilaksanakan. Namun ke depan, bukan tidak mungkin menjadi agenda rutin.
“Maksud saya di sini, ya meluruskan atau menambahkan pernyataan Bu Susi Pujiastuti tentang referensi pacuan kuda di pinggir “pantai”. Bahwa di Aceh, tepatnya di area Pantai Menye, tepi Danau Lut Tawar, Kecamatan Bintang, pernah ada pacuan kuda tradisional Gayo, bisa jadi satu-satunya di Indonesia, dan satu-satunya di dunia,” ungkap Junaifi.




