Menurutnya, pacuan kuda di Pante Menye, Kecamatan Bintang, pernah dilakukan beberapa kali secara rutin, dan itu bisa jadi sejarah di Indonesia, bahkan internasional, pacuan kuda yang digelar di tepi Danau Lut Tawar.
“Mungkin Bu Susi bisa lebih melihat Gayo yang ada di Aceh, kami pernah menggelar pacuan kuda di tepi danau selama beberapa tahun, meski paska Covid-19, pacuan kuda tradisional di Pantai Menye tidak pernah lagi dilakukan,”sebut Junaifi, Minggu (8/24/2025).
Dijelaskan Junaifi, pacuan kuda tradisional Gayo di Aceh Tengah pada sepuluh hingga puluhan puluh tahun yang lalu, digelar sekali di Aceh Tengah, mulai dari di Musara Alun, Takengon, sampai dipindahkan ke Blang Bebangka. Baru beberapa tahun kemudian digelar dua kali, yang awalnya dilaksanakan even resmi Pemkab pada bulan Agustus, kini sudah dua kali pada peringatan HUT Kute Takingen.




