Saat BUMK di Pantan Sile Jadi Garda Terdepan Program Ketahanan Pangan

Iwan Bahagia

Suasana paska panen kentang di Kampung Pantan Sile, Kamis (11/9/2025).
Suasana paska panen kentang di Kampung Pantan Sile, Kamis (11/9/2025).

Ads - After Post Image

Takengon – Kampung Pantan Sile, Kecamatan Kute Panang, Kabupaten Aceh Tengah, sukses mengelola program ketahanan pangan melalui dana desa, dengan bentuk kegiatan penanaman jenis tanaman palawija (Nabati) yakni kubis (kol) dan kentang.

Pendamping Lokal Desa (PLD) Kampung Pantan Sile, Alwinsyah, mengatakan, program ketahanan pangan ini sudah diinisiasi tahun 2024 melalui Musyawarah Perencanaan Pembagunan Desa (Musrenbang) di kampung tersebut.

“Rencana ini sebagaimana amanah dari Pak Prabowo sebagai Presiden Republik Indonesia, melalui Kementerian Desa, yang mana desa diminta mengalokasikan minimal 20 persen dari dana desa, yang digunakan untuk program ketahanan pangan,” ucap Alwin, Kamis (11/9/2025).

Sebagai masyarakat yang mayoritas sebagai petani dan pekebun, memiliki potensi alam yang mendukung program ketahanan pangan, apalagi tanaman jenis palawija, maka sesuai kearifan lokal di Kampung Pantan Sile, masyarakat setempat memilih untuk menanam kul dan kentang DI lahan seluas 1, 5 hektare.

“Alhamdulillah, hasil panen perdana yang dilakukan oleh Badan Usaha Milik Kampung (BUMK), diperoleh hasil yang memuaskan, berkat dukungan warga dan perawatan yang bagus,. Meskipun dalam perjalanannya, petani mengalami kendala musim kemarau yang lumayan panjang mencapai dua bulan,” jelas Alwin, yang pernah mendapatkan predikat Pendamping BUMDES Inspiratif mewakili Aceh, dari Kabupaten Aceh Tengah untuk level Nasional.

Ditambahkan, tantangan cuaca dihadapi para petani mulai saat menanam yang bertepatan dengan musim kemarau, sehingga harus menggunakan kompresor untuk proses penyiraman. Hama berupa kutu terbang juga sempat menjadi kendala.

Bagikan:

Ads - After Post Image

Tags

Tinggalkan komentar