Dijelaskan Al Musanna, para mahasiawa yang hadir diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan terhadap warisan sejarah daerahnya melalui penulisan ilmiah dan penyebaran informasi yang berimbang.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya tahu, tetapi juga menjadi agen pelestarian dan penyebar informasi budaya Gayo melalui karya tulis dan kegiatan akademik,” tambah pemegang titel doktor di kampus tersebut.
Melalui kegiatan studi literatur lapangan ini lanjur Al Musanna, para mahasiswa tidak hanya belajar tentang data arkeologis, tetapi juga memahami bagaimana sejarah, budaya, dan identitas Gayo terbentuk dan diwariskan hingga kini.




