Didampingi dosen pengampu mata kuliah, Al Musanna, para mahasiswa melakukan diskusi lapangan bersama pegiat prasejarah Loyang Mendale dan Loyang Ujung Karang, Khalisuddin, serta peneliti Balar Arkeolog Medan, Ketut Wiratnyana.
Menurut Al musanna, kegiatan lapangan ini menjadi bentuk nyata dari pembelajaran literatur budaya Gayo dengan tema asal-usul Gayo.
“Berada di sini adalah bagian dari studi literatur budaya Gayo. Banyak sumber tentang asal-usul Gayo yang belum ilmiah, seperti hikayat atau cerita lisan. Melalui kunjungan langsung ke situs sejarah, kita belajar dari sumber yang lebih otentik, berdialog dengan narasumber, dan memahami konteks budaya dari sisi arkeologis,” ujar Al-Musanna, dikutip dari website resmi IAIN Takengon.




